Menikah di usia yang nggak muda lagi, dan dikasih bonus akselerasi punya anak jarak dekat dan special needs... harus nangis apa bersyukur ya? Apa aq kaget dengab diagnosa psikolog? Oh tentu tidak..sampai hari ini rasanya aq orang yang paling memahami kondisi anak-anakku.
Lelah? Pasti lelah..aq lelah fisik dan mental. 8 tahun berjalan sendiri. Bertahan di pernikahan ini dengan berdarah-darah sungguh menyakitkan. Anak ke duaku didiagnosa ASD atau Autism Spectrum Disorder alias anak autis dengan penyerta hiperaktif dan mengalami gangguan bahasa. Dia masih belum bisa mengenali nama-nama barang di sekitarnya. Dan belum bisa komunikasi 2 arah. Masih rutin terapi 3x seminggu.
Kadang mentalku down, ketika membersamainya terutama di tempat umum seperti rumah sakit, anakku tidak terlihat seperti anak bego yang plonga plongo, tapi seperti anak nakal yang banyak idenya. Aq harus minta maaf berkali kali untuk tingkahnya yang masyaAllah banget lah.
Aq hanya ingin bilang aq lelah. Aq sedih. Apa aku nggak pantas hidup?
0 comments :
Post a Comment