Tuesday, 6 March 2012

Nasehat Sebelum Pernikahan

Tuesday, 6 March 2012







Kadang berjelajah di dunia maya ada manfaatnya juga
Tulisan ini aku copast dari karya seseorang yang tak ku kenal
Tapi ilmunya mantep juga
Buat yang belum nikah & berencana buat nikah
Baca mpe selesai yow…
Buat yang dah nikah…ayo jadikan sarana introspeksi diri

1)       KETIKA AKAN MENIKAH jangan mencari isteri  tapi carilah ibu bagi anak-anak kita, jangan mencari suami tapi carilah ayah bagi anak-anak kita
2)       KETIKA MELAMAR anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis
3)       KETIKA AKAD NIKAH, anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu tetap menikah di hadapan Allah SWT
4)       KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN, catat dan hitung semua tamu yang datang mendoakan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf  apabila anda berfikir untuk  BERCERAI karena telah menyia-nyiakan doa mereka
5)       SEJAK MALAM PERTAMA BERSYUKUR DAN BERSABARLAH. Anda adalah anak sepasang manusia bukan sepasang malaikat
6)       SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA. Sadarilah jalan yang akan dilalui bukan jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri
7)       KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG. Jangan saling berlepas tangan tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan
8)       KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK. Cintailah istri atau suami Anda 100%
9)       KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK. Jangan bagi cinta Anda kepada istri (suami) dan anak Anda, tetapi cintailah istri (suami) Anda 100% dan  anak-anak  Anda masing-masing 100%
10)  KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK. Yakinlah bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan istri
11)  KETIKA EKONOMI MEMBAIK jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita
12)  KETIKA MENDIDIK ANAK jangan berfikir anak akan member ganti
13)  KETIKA ANDA ADALAH SUAMI boleh bermanja-manja kepada istri tetapi jangan lupa untuk bangkit bertanggungjawab apabila istri membutuhkan pertolongan Anda
14)  KETIKA ANDA ADALAH ISTERI. Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan. Orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang  jujur kepada anak
15)  KETIKA ANAK BERMASALAH yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya
16)  Ketika ada PIL jangan diminum cukuplah suami sebagai obatnya
17)  Ketika ada WIL jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati
18)  KETIKA MEMILIH PROTET KELUARGA pilihlah protet keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju keluarga bahagia
19)  KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS gunakanlah formula 7K 1)ketakwaan 2)kasih sayang 3)kesetiaan 4)komunikasi dialogis 5)keterbukaan 6)kejujuran  7)kesabaran

Yo yo yo yo
Kapan aku masuk ke gerbang kehidupan baru berikutnya ya???
Mencetak generasi penerus…cekikikikikik
Belum siap mental nich
Selain itu juga belum da calonnya….(*lom da yg ngajuin lamaran…hehehehe*)
Masih berasa baru kemaren belajar maen sepeda
Eh…sekarang dah disuruh cepet-cepet nikah

Alhamdulillah sebelum nikah dah baca nasehat ini
Semoga setelah menikah masih mengingat nasehat ini
Dan bisa menjalankannya
Amin



Readmore → Nasehat Sebelum Pernikahan

Thursday, 10 November 2011

Yuk kita Merenung

Thursday, 10 November 2011
Artikel ini cuma gw copast dari email...
 
Ya...semoga bermanfaat bwt semua...gak da salahnya juga buat di share.
 
Bacalah dengan baik dan benar... Dan baca sampe selese yah.... heheheh.... ^_^ ;) winking


Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis:
"Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku."
Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:

"Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus."
Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir
:
"Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah...."
Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:

"Ya Allah..... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.."
Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:

"Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg mengkhawatirkanku. Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah yang sedang ranum."
Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:

"Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka, yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami."
Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:

"Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya."
Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:

"Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku."

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum
dan berkata..... .

"Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah? Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?"
"Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu. Jangan egois begitu...... .. masak engkau ingin anak yang sholehah hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu. . ...tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku."
"Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?......prestise? ........ atau....mode? .....atau engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha
mengkhatamkannya. "
"Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat? Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan umat-Ku."
"Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkau tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalah kalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang dia akan dapatkan."

"Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu. Aku yang memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. "
"Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi amanahnya."


Lantas...... aku malu...... dengan imajinasi do'a-ku sendiri....
Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA.. . .....
Maafkan aku ya Allah......
   
   
 
Assalamu'alaikum. . ..
Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".
"Tekan 1 untuk 'meminta'.
Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."

Atau....

Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain.
Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."

Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:
"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. "Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!"

Atau bisa juga Anda mendengar ini :
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari."

atau...
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."
Alhamdulillah. .... Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap saat!!!
Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.

Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.
Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434
2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483
2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist Rasul"
Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.
Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun !!!
Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita.  Mana tahu mungkin mereka sedang
membutuhkannya Sabda Rasulullah S.A.W :
"Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni
dosa-dosanya walau sebanyak buih laut"

7 Kalimah ALLAH:
1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap " Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap " Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai  dan tak diingini.
6. M engucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima musibah..
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah " sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya...

Dari tafsir Hanafi,
mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. ...
mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa.
Readmore → Yuk kita Merenung

Tuesday, 8 March 2011

Kesalahan Orang Tua Saat Mendisiplinkan Anak

Tuesday, 8 March 2011
Y! Newsroom - Selasa, 8 Maret

Mengajarkan disiplin pada anak bukanlah hal yang mudah. Salah bertindak justru akan membuat anak bersikap lebih buruk. Untuk itu, para orang tua wajib menghindari kesalahan saat melakukannya.
Berikut beberapa daftar kesalahan yang umum dilakukan orang tua saat mengajarkan disiplin pada anak, seperti dikutip dari Helium.
1. Mendisiplinkan anak saat marah. Komunikasi dalam keadaan emosi yang tidak stabil tak akan pernah efektif. Lebih lanjut, yang terdengar oleh anak Anda hanyalah teriakan yang sifatnya meyakinkan. Anak-anak tak akan bisa mengambil ilmu dari sebuah kemarahan. Sebaiknya tunggu sampai emosi Anda stabil. Jika memang harus ada hukuman yang diberlakukan, hukuman yang Anda pilih pun bukan atas dasar kemarahan yang dirasakan, melainkan rasa sayang.
2. Jangan salah menghukum. Jika kedua anak Anda berseteru, yang menangis bukanlah selalu yang menjadi korban. Dengarkan keseluruhan cerita anak-anak. Tak selalu harus memberi hukuman, tapi jangan sampai anak merasa disalahkan atas sesuatu yang tidak ia perbuat.
3. Hukuman. Hukuman bukan digunakan untuk menyakiti, melainkan agar anak tak lagi mengulangi kesalahannya. Oleh karena itu, pastikan hukuman yang Anda berikan sesuai dan pantas.
4. Jangan biarkan orang lain mendisiplinkan anak Anda. Jika anak Anda melakukan kesalahan di depan orang lain, jangan pernah memberikan kesempatan orang itu untuk menghukum atau mendisiplinkan anak Anda. Komunikasi yang diterima anak akan sangat berbeda jika itu dilakukan oleh orang lain yang bukan orang tuanya. Kemungkinan paling fatal, anak Anda bisa trauma, dan mengalami kesulitan untuk terjun ke dunia sosial setelahnya.
Setiap orang tua pasti pernah melakukan kesalahan, tapi tak ada kata terlambat untuk meminimalisir kesalahan tersebut.
Ayu Kinanti
Readmore → Kesalahan Orang Tua Saat Mendisiplinkan Anak

Monday, 24 January 2011

Kiat Memperlakukan Buah Hati

Monday, 24 January 2011
"Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

Ayah dan Bunda, memiliki anak yang shalih dan shalihah merupakan idaman bagi setiap keluarga Muslim. Dan, Islam telah mengajarkan bagaimana caranya mendidik anak menjadi anak yang shalih dan shalihah, baik melalui Al-Qur’an maupun Hadis. Juga banyak buku-buku dan artikel-artikel yang memberikan penjelasan tentang bagaimana mendidik anak secara Islami, sehingga si anak bisa menjadi anak yang shalih dan shalihah yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan sekitar, dan bagi agamanya.
Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat Islam maupun non-Islam. Karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama, di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupannya (usia pra-sekolah). Sebab, pada masa tersebut, apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sesudahnya.
Ada beberapa kiat yang semoga bisa membantu para Ayah dan Bunda dalam mendidik si buah hati.
 

Pahami bahwa setiap anak adalah spesial 
"Kita diciptakan spesial, buktinya: sidik jari, DNA, dan pengalaman hidup setiap orang adalah berbeda. Sesuatu yang spesial berharga mahal." (Jamil Azzaini – Motivator EPOS)
Setiap anak lahir dengan bakat dan potensi yang luar biasa dengan karakter berbeda-beda, serta anak memiliki bakat dan minat yang berbeda pula. Untuk itu, Ayah dan Bunda berkewajiban untuk mendidik mereka serta memperlakukan mereka sebagai karakter yang berbeda. Orang tualah yang berkewajiban meng “explore” potensi yang luar biasa ini. Kalau mereka dilahirkan dalam kondisi sedemikian luar biasanya, lalu siapa yang membuat mereka menjadi anak yang biasa-biasa atau malah menjadi anak yang kurang “benar”? Ya, kitalah yang harus bertanggung jawab, orang tuanya.
Memberi tugas hendaklah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak
Karena didorong idealisme yang tinggi, ini terjadi biasanya pada pasangan muda, mereka memperlakukan anak tanpa memerhatikan aspek-aspek perkembangan dan pertumbuhan anak. Misal, anak dipompa untuk bisa calistung pada usia 2 tahun, tanpa memerhatikan tingkat kemampuan dan motorik halus anak.
 

Menghargai niat, usaha, dan kesungguhan anak
Jangan memarahi anak karena kegagalannya. Tapi, berikan ungkapan-ungkapan yang bisa memotivasi anak untuk bangkit dari kegagalannya. Misal,‘Ayah tidak marah kok, Ahmad belum hafal surat Yasin. Ayah tahu, Ahmad sudah berusaha menghafal. Lain kali, kita coba lagi ya?’
 

Tidak membentak, memaki, dan merendahkan anak
Dalam beberapa riwayat hadis, Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah marah, apalagi membentak, memaki, dan merendahkan anak. Memarahi anak disertai bentakan dan makian serta ancaman apalagi di hadapan teman-temannya atau di muka umum hanya akan membuat kepercayaan diri anak akan hancur. Malah yang ada kebencian terhadap kita sebagai orang tuanya. Jika anak melakukan kesalahan, jangan fokus kepada kesalahannya semata, tapi berilah solusi dengan memberi tahu perbuatan yang benar yang seharusnya dia lakukan.
Ayah dan Bunda, semoga Allah SWT memudahkan kita mendidik buah hati tercinta. Jika menemukan kesulitan dalam menghadapi anak, janganlah berputus asa, bersabarlah, teruslah berusaha, janganlah kita lupa, bahwa keteladanan kita lebih besar pengaruhnya kepada anak daripada seribu ucapan yang keluar dari lisan kita. Wallahu a’lam.



*Sumber: www.yatimmandiri.org
Readmore → Kiat Memperlakukan Buah Hati

Cara Rasulullah Manyayangi Anak

Rasulullah adalah teladan bagi kita umatnya dalam berperilaku terhadap anak-anak dan mendidik mereka. Ada berbagai riwayat yang menceritakan bagaimana kelembutan dan kasih sayang Rasulullah dalam menghadapi anak-anak.
   




Di antaranya sebagai berikut: 
1. Rasulullah senang bermain-main (menghibur) dengan anak-anak dan kadang-kadang beliau memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas RA untuk berbaris lalu berkata,“Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).” Mereka pun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya, lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

2. Al-Aqraa bin Harits melihat Nabi Muhammad SAW mencium Al-Hasan RA lalu berkata,“Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka.” Rasulullah bersabda: “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barangsiapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan disayangi.”


3. Seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad SAW supaya didoakan dimohonkan berkah dan diberi nama, lalu anak itu dipangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata,“Jangan diputuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.” Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian membisiki orang tuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.


4. Nabi Muhammad SAW melakukan shalat, sedangkan Umamah binti Zainab diletakkan di leher beliau. Di kala beliau sujud, Umamah tersebut diletakkannya dan bila berdiri diletakkan lagi di leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam.


5. Riwayat yang lebih masyhur menyebutkan, Rasulullah pernah lama sekali sujud. Dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau engkau sedang menerima wahyu. Nabi Muhammad SAW menjawab,“Tidak ada apa-apa, saat itu aku ditunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesa-gesa sampai dia puas.” Adapun anak yang dimaksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain radhiyallahu anhuma.


6. Diriwayatkan, pada suatu hari raya Rasulullah SAW keluar rumah untuk menunaikan shalat Id. Di tengah jalan, tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada salah seorang yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya kompang-kamping dan kakinya tiada bersandal. Rasulullah SAW pun mendekatinya, mengusap kepala anak itu, dan mendekapnya ke dada beliau seraya bertanya,“Mengapa kau menangis, Nak”. “Ayahku mati dalam suatu pertempuran bersama Nabi,” lanjut anak itu. “Lalu ibuku menikah lagi. Hartaku habis dimakan suami ibuku, lalu aku diusir dari rumahnya. Sekarang, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak.”
Baginda Rasulullah SAW lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya,“Sukakah kamu bila aku menjadi bapakmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?” Anak itu segera tahu dengan siapa ia berbicara. Maka langsung ia berkata,“Mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?” Kemudian, Rasulullah SAW pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan diberinya pakaian yang paling indah, memandikannya, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajak makan. Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain dengan kawan-kawannya yang lain, sambil tertawa-tawa sambil kegirangan. Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya,“Tadi kamu menagis, mengapa sekarang bergembira?” jawab anak itu. Tadi aku kelaparan, sekarang sudah kenyang. Tadi aku tak mempunyai pakaian, sekarang aku mempunyainya. Tadi aku tak punya bapak, sekarang bapakku Rasulullah dan ibuku Aisyah.”
(arie, diringkas dari www.radensomad.com)









*sumber: www.yatimmandiri.org
Readmore → Cara Rasulullah Manyayangi Anak
 
Lissa_RHI © 2008. Design by Pocket